Sudah beberapa hari ini saya tidak memposting tulisan di blog ini, bukan karena saya tidak memiliki bahan yang ingin di publikasikan namun lebih dikarenakan kesibukan saya yang membuat saya tidak memiliki banyak waktu untuk menulis artikel. Namun pada mala mini, sehabis pulang dari ujian tengah semester di Kampus (saya masih anak kuliahan loh, belum sarjana) saya akhirnya menyempatkan diri menulis artikel di blog ini. Ini juga sebagai bentuk apresiasi saya buat pembaca blog ini yang dalam beberapa kesempatan meminta kepada saya aga mengupdate artikel di blog ini secara berkala. Ada permintaan yang langsung di tujukan ke saya, namun ada juga yang meminta melalui perantaraan teman saya. Ya benar, beberapa blogger dari Malaysia (yang aktif di salah satu blog militer yang popular di Malaysia) meminta saya untuk mengupdate kembali blog ini melalui perantara sahabat saya. Saya ucapkan atas kesediaan sahabat-sahabat dari Negara seberang berkunjung di blog ini.
Pada artikel kali ini, saya akan mengangkat sebuah topic yang cukup umum dan mungkin sudah banyak sekali yang mengetahuinya. Namun saya rasa tidaklah salah jika saya menuliskannya kembali dari persepsi saya pribadi. Topik yang saya maksud adalah Industri Strategis Militer di Asia Tenggara. Membahas topic ini cukup menarik dan juga sangat menantang buat saya pribadi, karena saya harus menyampaikan data dan fakta yang objectif. Objectif dalam artian bahwa saya harus fair, mengatakan yang bagus pada hal yang bagus dan mengatakan hal yang jelek untuk yang jelek. Terlepas itu berasal dari Negara saya atau Negara yang lain. Saya juga mengharapkan buat teman-teman yang membaca artikel ini untuk menyikapi artikel ini dengan bijaksana. Jika ada mungkin tulisan saya ini kurang tepat menurut anda, mari silahkan di evaluasi dan di koreksi. Saya juga mengundang teman-teman pembaca semua untuk terlibat aktif dalam diskusi di bagian bawah setiap artikel ini
Industri Pesawat Militer
Untuk Industri Pesawat Militer di kawasan Asia Tenggara bisa dikatakan tidak banyak yang terlihat yang bisa dibandingkan dengan Industri Pesawat Militer seperti yang ada di Amerika maupun di Eropa. Namun untuk sekala yang lebih kecil dan cukup diperhitungkan secara global, kita patut berbangga karena di kawasan Asia Tenggara ada sebuah Industri Pesawat Militer yang cukup disegani yaitu PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Dahulu PT DI ini bernama IPTN. PT Dirgantara Indonesia/Indonesian Aerospace (IAe) adalah salah satu perusahaan kedirgantaraan/aerospace nasional dengan core kompetensinya di bidang disain pesawat, pengembangan dan produksi pesawat komuter regional untuk keperluan sipil dan militer.
Di bidang produksi pesawat militer, PT Dirgantara Indonesia telah memproduksi lebih dari 300 unit pesawat & helicopter baik hasil lisensi dari Negara lain maupun hasil kerjasama seperti pesawat CN-235 yang merupakan hasil kerjasama PT DI dengan CASA Spanyol. Pesawat CN-235 ini merupakan hasil kerjasama dengan CASA Spanyol yang dimulai dari Tahap perancangan, design sampai dengan produksinya. Selain pesawat tersebut, saat ini PT DI juga dipercaya sebagai tempat produksi untuk pesawat jenis NC212 seri 400. Hal ini dikarenakan pabrikan sebelumnya CASA Spanyol (telah diakusisi Airbus Military) lebih memfokuskan diri untuk produksi pesawat yang lebih besar yaitu C-295.
Dukungan pemerintah terhadap kemanjuan PT DI sebagai industry strategis bidang militer di Indonesia akhir-akhir ini sudah sangat terasa dan sangat berbeda ketika saat krisis moneter beberapa tahun lalu. Jika dulu PT DI hampir bangkrut, saat ini PT DI sudah kembali ke ‘jalan yang benar’ menuju Industri yang disegani di regional. Dukungan ini antara lain pesanan sebanyak 3 pesawat CN-235 MPA yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan,pesanan 7 Helicopter Bell-412 untuk Kemenhan (3 diantaranya sudah selesai yaitu 2 untuk TNI-AD dan 1 untuk TNI-AL). Selain itu, PT DI juga mendapat pesanan 9 pesawat C-295 dimana 2 diantaranya akan di buat langsung di Spanyol (Airbus Military), dan sisanya akan dikerjakan di PT DI (sepertinya PT DI diberikan lisensi untuk membuat pesawat ini).
Selain itu, PT DI juga tengah giat mengembangkan pesawat kecil yaitu N-219 yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai armada transportasi kedaerah pedalaman seperti di derah Papua dan daerah lainnya. Pesawat N-219 ini merupakan murni hasil rancangan putra-putri terbaik Indonesia. Pesawat ini memang belum dalam tahap produksi, namun langkah kedepan sepertinya cukup menggembirakan. Jika PT DI dulu dengan dukungan penuh dari pemerintah berhasil menciptakan pesawat yang jauh lebih besar yaitu N-250 Gatotkaca, maka pesawat N-219 ini pasti bisa di produksi PT DI asal mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Selain memproduksi pesawat, PT DI juga memproduksi helicopter dibawah lisensi Negara lain. Contohnya adalah Helicopter Puma dan Super Puma, Bell-412, NBO-105. Selain itu PT DI juga memproduksi beberapa komponen pesawat komersial pesanan dari Negara lainnya. Namun untuk produksi komponen pesawat saya kira tidaklah terlalu istimewa kerena Negara lain juga bisa melakukannya.
Kembali ke pesawat CN-235, bisa dikatakan ini adalah pesawat yang bisa membawa harus nama Indonesia ke pentas dunia. Pesawat ini sudah banyak sekali di gunakan diseluruh dunia. Baik itu produksi Spanyol Maupun PT DI. Khusus untuk CN-235 yang di diproduksi dan di distribusikan oleh PT DI adalah sebanyak 64 Unit yaitu :
1. Angkatan Udara Republik Indonesia 9 unit CN-235 2. Tentara Udara Brunei Darrusalam 1 unit CN-235. 3. Tentara Udara Diraja Malaysia 8 unit CN-235. 4. Angkatan Udara Korea Selatan 8 unit CN-235-110. 5. Penjaga Pantai Korea Selatan/KCG 4 unit CN-235 MPA. 6. Angkatan Udara Pakistan 4 unit CN-235. 7. Angkatan Udara Uni Emirate Arab/UAE 7 unit CN-235. 8. Angkatan Udara Burkina Faso 1 unit CN-235 9. Angkatan Udara Senegal 2 unit CN-235. 10.Departemen Pertanian Thailand 2 unit CN-235 11.Merpati Nusantara - Indonesia 15 unit CN-235 12.Angkatan Laut Republik Indonesia 3 unit CN-235 MPA (dalam proses pengerjaan).
Artikel ini menarik bagi Anda? Mari kita berdiskusi dan berbagi informasi terkait artikel ini dengan memberikan komentar di bawah ini. Mungkin saja tulisan yang saya sampaikan masih kurang tepat,
sehingga komentar dan perbaikan dari anda dapat memberikan masukan baru sehingga kita semua mendapatkan informasi yang benar-benar akurat. Silahkan komentari artikel ini menggunakan Account Sosial Media anda, namun hindari memberikan komentar yang menghina atau merendahkan pihak manapun.