Tulisan ini adalah lanjutan dari bagian pertama tulisan saya yang berjudul Peta Kekuatan Angkatan Udara di Asia Tenggara (Part 1) yang saya tulis satu hari yang lalu. Saya sangat berharap tulisan saya ini bisa memberikan gambaran dan pencerahan bagi semua pembaca. Namun jika ada kata-kata dan tulisan yang salah dan tidak pantas, saya mohon maaf dan mohon koreksi dari pembaca sekalian.
Pada tulisan sebelumnya saya sudah membahas mengenai kekuatan AU Malaysia dan AU Thailand. Kali ini saya akan membahas kekuatan AU Singapura, AU Vietnam dan UA Indonesia sendiri. Silahkan disimak ya gan…
Angkatan Udara Vietnam
Kekuatan Udara Vietnam cukup unik dan sangat berbeda dengan Thailand dan Singapura. Jika Thailand dan Singapura memiliki alutsista Udara yang condong ke produk Negara barat, maka Vietnam condong ke produk Negara timur yaitu Rusia. Namunpun demikian kekuatan udara Vietnam sama sekali tidak bisa dipandang remeh, bahkan oleh AU Singapura sekalipun.
Saat ini, Angkatan Udara Vietnam tercatat memiliki setidaknya 24 pesawat Su-30 MK2V dan sekitar 15 pesawat Su-27 SK/UBK. Untuk Su-30MK2V ini adalah pesawat yang hampir sama dengan pesawat Su-30MK2 yang dimiliki TNI AU. Gabungan antara 24 SU-30 MK2V dan 15 Su-27 SK/UBK akan menghasilkan kekuatan sekitar 39 Sukhoi series, tentunya memberikan efek gentar yang sangat dahsyat. Pesawat-pesawat ini merupakan First Class Jet Fighter di Angkatan Udara Vietnam. Jika dibandingkan dengan First Class Jet Fighter Negara ASEAN lainnya, mungkin hanya Singapura dengan 24 F-15 SG dan Malaysia dengan 18 Su-30 MKM yang bisa mengimbanginya. Kalau Indonesia dengan 10 Su-27/30 dan Thailand dengan 12 JAS-39 Grippin menurut saya masih belum bisa menyaingi efek gentar First Class Jet Fighter AU Vietnam ini.
Selain pesawat itu, kekuatan AU Vietnam masih ditambah dengan kehadiran sekitar 144 pesawat Mig-21 dan sekitar 53 pesawat Sukhoi-22. Kedua jenis pesawat ini mungkin sudah termasuk kategori tua, namun jumlahnya yang begitu banyak tentunya juga akan memberikan effek gentar yang tidak bisa diabaikan. Namun yang menjadi catatan saya adalah saya selaku admin AnalisisMiliter.com, belum memiliki sumber valid yang menunjukkan berapa sebenarnya jumlah pesawat Mig-21 dan Su-22 yang benar-benar masih operasional (layak terbang). Tapi dari beberapa artikel yang saya baca, jumlah yang operasional cukup banyak untuk ukuran ASEAN.
Hal lain yang membuat kekuatan udara Vietnam semakin diperhitungkan adalah kehadiran rudal-rudal yang melengkapi jet tempur mereka. Tercatat AU Vietnam memiliki sejumlah rudal-rudal canggih untuk armada Sukhoi-27/30 mereka, diantaranya dalah rudal jarak dekat R-73 (setara AIM-9 sidewinder, CMIIW), rudal R-27 untuk jarak sedang (CMIIW) dan juga rudal jarak jauh R-77 (setara AIM-120 C, CMIIW) untuk rudal udara ke udara (air to air missile). Sedangkan untuk anti kapal, armada Sukhoi mereka juga dilengkapi rudal anti kapal jenis Kh-31. Untuk rudal-rudal lain mungkin mereka juga memilikinya, tetapi saya belum menemukan informasi akurat terkait ini
Untuk permasalah ada tidaknya pesawat peringatan dini (AEW) di AU Vietnam saya belum memiliki data yang cukup valid untuk dianalisa. Dengan penjelasan diatas dapat kita lihat bahwa kekuatan Udara Vietnam untuk ukuran ASEAN bisa dikatakan cukup kuat, bahkan bisa di masukkan kedalam kategori terbaik selevel dengan AU Singapura.
Angkatan Udara Singapura
Angkatan Udara Singapura bisa dikatakan adalah AU yang paling kuat dan paling disegani di ASEAN. Ini bisa dimengerti karena selain mereka memiliki jumlah pesawat yang sangat banyak dan juga memiliki teknologi pesawat yang canggih serta di topang oleh rudal-rudal canggih. Hampir semua peralatan alutsista mereka adalah buatan Amerika, hal ini bisa kita pahami karena mereka adalah sekutu utama Amerika di ASEAN.
Dengan luas wilayah yang ‘hanya’ seluas kota Jakarta, tercatat mereka memiliki pesawat canggih sekelas F-15 SG yang sudah menggunakan radar AESA terbaru. Jumlah pesawat F-15 SG mereka adalah sebanyak 24 pesawat. Pesawat ini bisa dikatakan merupakan salah satu jet tempur terbaik di dunia saat ini, dan di ASEAN mungkin hanya Su-30 MKM Malaysia, Su-27/30 Indonesia dan Su-27/30 Vietnam yang bisa menyaingi kehebatannya. Untuk JAS-39 dari AU Thailand menurut saya masih berada di bawah spesifikasi F-15 SG Singapura. Belum lagi jumlahnya yang sangat banyak untuk ukuran ASEAN. Pesawat ini sepertinya memang di plot sebagai First Class Jet Fighter di angkatan udara Singapura.
Selain itu, kekuatan udara Singapura masih ditambah dengan kehadiran sekitar 60 pesawat F-16 C/D Block 52 sebagai Second Class Jet Fighter di angkatan udara Singapura. Sebagai catatan penting adalah F-16 mereka adalah benar-benar blok 52 baru, bukan second dan hasil upgrade. Bisa dibayangkan besarnya pengaruh kehadiran pesawat dengan jumlah yang sangat banyak tersebut ditambah teknologinya yang sangat mutahir. Dibandingkan Second Class Jet Fighter Negara ASEAN lainnya, agaknya belum ada yang mampu menandingi keperkasaan AU Singapura ini. Tercatat, Malaysia hanya memiliki 8 F-18 Hornet dan sekitar 14 Mig-29 sebagai Second Class Jet Fighter mereka. Indonesia hanya memiliki 10 F-16 A/B Block 15 OCU sebagai Second Class Jet Fighter di Angkatan Udara Indonesia. Sedangkan Thailand mungkin cukup banyak jumlahnya yaitu sekitar 56 pesawat F-16 A/B, yang hampir menyamai jumlah F-16 Singapura, tetapi jenisnya sangat berbeda sekali dari segi teknologinya. F-16 A/B Thailand adalah blok 15 OCU sama seperti milik TNI AU sedangkan Singapura sudah blok 52.
Kekuatan AU Singapura yang sudah sedemikian perkasa masih ditambah lagi dengan kehadiran sekitar 50 pesawat F-5 S/T dari Amerika. Walaupun termasuk kategori tua dibandingkan F-16 dan F-15 mereka, F-5 Singapura ini sudah tergolong sangat canggih melebihi kecanggihan F-5 E/F TNI AU. Ditambah lagi dengan jumlah yang sangat besar, tentunya menambah efek gentar yang sangat besar. Pesawat ini bisa dikategorikan sebagai Third Class Jet Fighter di AU Singapura.
Dengan kekuatan sebegitu besar, kekuatan mereka juga semakin dilengkapi dengan hadirnya rudal-rudal canggih yang menambah daya gentar AU mereka. Tercatat mereka memiliki rudal-rudal AIM-9 P Sidewinder, AIM-120 C5/C7 yang lebih canggih dari rudal AIM-120 C5 Malaysia dan AIM-120 C5 Thailand. Selain itu mereka juga tercatat memiliki sejumlah rudal AIM-7 Sapprow dan Phython-4. Kehadiran rudal-rudal ini sangatlah menggetarkan bahkan bisa dikatakan sangat menakutkan. Untuk urusan jenis rudal mungkin hanya AU Vietnam dengan R-77, R-27 dan R-73 nya, Malaysia dengan rudal AIM-120 C5 serta R-77 dan R-73 nya serta Thailand dengan AIM-120 C5, IRIS-T dan Phyton-4 nya yang bisa sedikit mengimbangi rudal Singapura namun masih kalah dari segi jumlahnya. Sedangkan AU Indonesia sepertinya harus puas sebagai pengamat dari kejauhan dengan hanya memiliki rudal sekelas AIM-9P.
Kekuatan ini semakin ditambah dengan kehadiran pesawat peringatan dini (AEW) di AU Singapura. Tak tanggung-tanggung mereka memiliki setidaknya 4 pesawat E-2 C Hwakeye. Ditambah lagi 4 Gulfstream G550 (namun saya tidak tau apakah ini masih aktif atau sudah pensiun). Dengan adanya pesawat AEW ini, akan memberikan tambahan kekuatan significan angkatan udara mereka. Untuk pesawat jenis ini, tercatat hanya AU Thailand yang bisa memberikan sedikit perlawanan dengan 2 pesawat Saab 340. Untuk AU Vietnam, Malaysia dan Indonesia belum tercatat memiliki pesawat sejenisnya.
Dari penjelasan diatas dapat kita pahami mengapa Singapura kelihatannya begitu perkasa, walaupun luas wilayahnya sangatlah kecil. Dapat juga kita pahami bahwa mereka memiliki daya tawar diplomasi yang sangat besar berkat ‘back up’ kekuatan AU mereka. Bisa kita pahami bagaimana mereka begitu percaya diri untuk mencoba mendikte Indonesia dalam perjanjian DCA + Ekstradisi Indonesia Singapura pada tahun 2007.
Angkatan Udara Indonesia
Membicarakan kekuatan udara Indonesia rasanya terkadang cukup membuat hati miris, namun sebagai WNI yang baik saya tetap bangga dengan AU Indonesia walaupun masih tertinggal deri Negara tetangga. Membicarakan AU Indonesia tentunya tidak bisa dilepaskan dari Embargo Amerika dan Sekutunya terhadap Indonesia antara tahun 1999-2005 yang lalu. Secara garis besar dampak embargo tersebut masih terasa sampai sekarang walaupun sudah berakhir beberapa tahun yang lalu.
Saat ini Angkatan Udara Indonesia tercatat memiliki 10 Pesawat Su-27/30 dari Rusia. Kesepuluh pesawat ini terdiri dari 4 type yang memiliki perbedaan satu dengan lainnya yaitu 2 Su-27 SK, 2 Su-30 MK, 3 Su-27 SKM dan 3 Su-30 MK2. Pesawat ini agaknya memang dirancang sebagai First Class Jet Fighter di angkatan udara Indonesia. Dengan hanya memiliki 10 jet Sukhoi sebagai First Class Jet Fighter tentu tidaklah terlalu memberikan efek gentar dibandingkan dengan 39 Su-27/30 Vietnam, 24 F-15 SG Singapura ataupun 18 Su-30 MKM Malaysia. Mungkin hanya First Class Jet Fighter AU Thailand dengan 12 JAS-39 Grippin yang masih bisa dikalahkan dari segi efek gentarnya.
Sebagai Second Class Jet Fighter di angkatan udara Indonesia, terdapat sebanyak 10 pesawat F-16 A/B Block 15 OCU yang sejenis dengan F-16 yang dimiliki oleh AU Thailand. Tentunya kekuatan 10 F-16 A/B Block 15 OCU masih belum bisa sepenuhnya diandalkan untuk menghadapi kekuatan Second Class Jet Fighter dari Negara ASEAN lainnya. Sebagai contoh, AU Singapura memiliki 60 F-16 Block 52, AU Thailand memiliki 56 F-16 Block 15 OCU serta AU Malaysia memiliki 8 F-18 Hornet dan 14 Mig-29. Secara teknologi mungkin hanya Second Class Jet Fighter AU Vietnam dengan 144 Mig-21 dan 53 Su-22 yang bisa ditandinginya. Namun dari segi jumlah saya kira belum bisa diandalkan.
Kekuatan udara Indonesia lainnya akan di topang oleh kehadiran sekitar 9 F-5 E/F dan sekitar 40 Hwak-209/109. Kekuatan ini termasuk cukup kuat sebagai Third Class Jet Fighter di angkatan udara Indonesia. Sebagai perbandingan, First Class Jet Fighter AU Malaysia hanya terdapat 16 F-5 E/F (sebagian besar sudah grounded) dan 13 Hwak-208, AU Thailand 30 F-5 E/F (jumlah aktif tidak diketahui) serta AU Singapura dengan 50 F-5 S/T.
Namun sayangnya lagi kekuatan AU Indonesia belum dilengkapi dengan pesawat peringatan dini (AEW) yang diharapkan mampu menambah kekuatan dan daya tangkal AU Indonesia. Dengan kekuatan AU yang tidak terlalu baik ditambah belum adanya pesawat AEW sepertinya melengkapi kekurangan AU Indonesia.
Ini adalah keadaan realistis yang dihadapi Indonesia sampai dengan pertengahan tahun 2012 ini. Saya sendiri ketika menuliskan artikel ini cukup merasa miris dan benar-benar berharap pihak terkait menaruh perhatian yang serius terhadap perkembangan AU Indonesia.
Kesimpulan Analisa Kekuatan AU di ASEAN
Dari analisa saya diatas saya bisa menarik kesimpulan sendiri (menurut saya cukup objectif, tp bisa saja menurut anda tidak) mengenai kekuatan udara di regional Asia Tenggara ini. Adapun kesimpulan saya ini kembali saya ukur berdasarkan kekuatan pada jet tempur, pesawat AEW dan keberadaan senjata rudal-rudal pendukung pesawat di AU setiap Negara. Adapun urutan kekuatan udara di ASEAN berdasarkan analisa saya diatas adalah sebagai berikut :
1. AU Singapura 2. AU Vietnam 3. AU Malaysia 4. AU Thailand 5. AU Indonesia
Artikel ini menarik bagi Anda? Mari kita berdiskusi dan berbagi informasi terkait artikel ini dengan memberikan komentar di bawah ini. Mungkin saja tulisan yang saya sampaikan masih kurang tepat,
sehingga komentar dan perbaikan dari anda dapat memberikan masukan baru sehingga kita semua mendapatkan informasi yang benar-benar akurat. Silahkan komentari artikel ini menggunakan Account Sosial Media anda, namun hindari memberikan komentar yang menghina atau merendahkan pihak manapun.